Musikalisasi Puisi — Fate Chiasso! · Temu Kolese 2026
TEMU KOLESE 2026 · 12—16 OKTOBER 2026

MUSIKALISASIPUISI

Fate Chiasso! — buatlah keributan.
Biarkan puisi bersuara, lalu biarkan musik membuatnya terdengar.

Buatlah keributan.

Temu Kolese 2026 mengangkat tema Fate Chiasso! — Buatlah Keributan!, diambil dari Seruan Apostolik Christus Vivit §143.

Yang dimaksud bukan keributan yang merusak, melainkan keberanian kaum muda untuk bersuara, mengambil sikap, dan tidak diam ketika seharusnya berbicara. Rangkaian lomba non-olahraga adalah tempat semangat itu diuji paling langsung: bukan sekadar capaian, melainkan tafsir — apa yang dipilih peserta untuk disuarakan, dan seberapa berani mereka menyuarakannya.

Satu puisi.
Empat suara.

Maks. 4 orang1 puisi wajib8 menit total3 menit persiapan5 menit tampil
01Penampilan musikalisasi puisi dilakukan secara langsung atau luring.
02Peserta dalam satu tim maksimal 4 orang.
03Peserta menampilkan satu musikalisasi puisi, yaitu musikalisasi wajib pilihan yang telah ditentukan oleh panitia.
04Peserta menyebutkan judul puisi dan nama penyair sebelum memulai penampilan.
05Panitia tidak menyediakan instrumen/alat musik.
Puisi wajib

Puisi pilihan telah ditentukan oleh panitia. Materi puisi tersedia melalui tautan resmi yang tercantum dalam panduan lomba.

8 menit.
Tidak lebih.

Maksimal 3 menit untuk persiapan, kemudian maksimal 5 menit untuk membawakan puisi.

01Peserta diberi waktu maksimal 3 menit untuk mempersiapkan penampilannya, termasuk mengecek dan mengatur tata letak alat musik di panggung.
02Penampilan musikalisasi puisi maksimal 5 menit untuk puisi yang dibawakan.
03Penghitungan waktu dimulai pada saat musik berbunyi atau saat kata pertama diucapkan.
04Penghitungan waktu diakhiri pada saat musik berhenti atau saat kata terakhir diucapkan.
05Penampilan yang melebihi durasi akan mendapatkan pengurangan nilai pada poin penampilan.

Puisi tetap utuh.

01Puisi dinyanyikan secara utuh, tidak dideklamasikan atau didramatisasi.
02Peserta tidak dibenarkan menambah, mengurangi, mengubah, atau mengulang suku kata, kata, lirik, atau bait dalam teks puisi. Jika terdapat pengulangan, puisi dinyanyikan secara utuh, tidak hanya sebagian.
03Musikalisasi puisi disajikan dengan instrumen/alat musik tradisional dan/atau modern (elektrik dan/atau akustik) yang dimainkan oleh anggota tim secara langsung atau disajikan dengan cara akapela.
04Peserta tidak menambahkan gumam atau adlib (ad libitum).
05Musikalisasi puisi tidak menimbulkan konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta tidak melanggar hak cipta. Musik/aransemen bukan plagiarisme.
06Peserta menyerahkan Lembar Alasan atas puisi pilihannya.

Tampil selaras.

01Peserta memakai kostum bebas, sopan, dan rapi.
02Jika hendak menyelaraskan kostum dengan tema puisi, peserta mengenakan kostum yang selaras dengan presentasi puisi wajib.
03Jika penyelarasan kostum tidak dilakukan, peserta mengenakan kostum yang netral.

Lima cara untuk bersuara.

AspekUraianBobot
Penafsiran PuisiKeseimbangan emosi dan pesan puisi dengan aransemen musik yang dibawakan.30
KomposisiKomposisi melodi dan ritme, keaslian aransemen, dan penguasaan instrumen.30
Keselarasan / HarmonisasiKeterpaduan antara unsur vokal dan alunan musik yang menambah kedalaman interpretasi puisi.20
PenampilanEkspresi, sikap, kesesuaian kostum, dan presentasi visual.10
Fate ChiassoKetepatan dan keberanian tafsir tema pada puisi; konsistensi dengan Lembar Alasan.10
TOTAL100
Catatan bobot

Bobot lima aspek pertama merupakan bobot Pedoman Badan Bahasa 2018 (30–30–20–10–10) yang diskalakan ke 85 untuk memberi ruang bagi kriteria bertema.

TEMU KOLESE 2026 · SMA KOLESE LOYOLA SEMARANG