Buatlah keributan.
Temu Kolese 2026 mengangkat tema Fate Chiasso! — Buatlah Keributan!, diambil dari Seruan Apostolik Christus Vivit §143.
Yang dimaksud bukan keributan yang merusak, melainkan keberanian kaum muda untuk bersuara, mengambil sikap, dan tidak diam ketika seharusnya berbicara. Rangkaian lomba non-olahraga adalah tempat semangat itu diuji paling langsung: bukan sekadar capaian, melainkan tafsir — apa yang dipilih peserta untuk disuarakan, dan seberapa berani mereka menyuarakannya.
Satu puisi.
Empat suara.
Puisi pilihan telah ditentukan oleh panitia. Materi puisi tersedia melalui tautan resmi yang tercantum dalam panduan lomba.
8 menit.
Tidak lebih.
Maksimal 3 menit untuk persiapan, kemudian maksimal 5 menit untuk membawakan puisi.
Puisi tetap utuh.
Tampil selaras.
Lima cara untuk bersuara.
| Aspek | Uraian | Bobot |
|---|---|---|
| Penafsiran Puisi | Keseimbangan emosi dan pesan puisi dengan aransemen musik yang dibawakan. | 30 |
| Komposisi | Komposisi melodi dan ritme, keaslian aransemen, dan penguasaan instrumen. | 30 |
| Keselarasan / Harmonisasi | Keterpaduan antara unsur vokal dan alunan musik yang menambah kedalaman interpretasi puisi. | 20 |
| Penampilan | Ekspresi, sikap, kesesuaian kostum, dan presentasi visual. | 10 |
| Fate Chiasso | Ketepatan dan keberanian tafsir tema pada puisi; konsistensi dengan Lembar Alasan. | 10 |
| TOTAL | — | 100 |
Bobot lima aspek pertama merupakan bobot Pedoman Badan Bahasa 2018 (30–30–20–10–10) yang diskalakan ke 85 untuk memberi ruang bagi kriteria bertema.